Rektor IIM Jambi Tampil sebagai Presenter pada The 7th National and International Conference on Education and Islamic Education di Yala Rajabhat University Thailand

Rektor Institut Islam Ma’arif (IIM) Jambi, Dr. Miftahur Rizik, S.Pd.I., M.Pd., turut berpartisipasi sebagai presenter pada The 7th National and International Conference on Education and Islamic Education yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan, Yala Rajabhat University (YRU), Thailand, pada Jumat, 3 Juli 2026. Konferensi internasional yang mengusung tema “Education and the Promotion of Equity for Sustainable Development (SDGs) in a Multicultural Society” ini diikuti oleh akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara, di antaranya Thailand, Indonesia, Malaysia, India, Tiongkok, Bangladesh, Maroko, dan Palestina. Dalam forum tersebut, Rektor IIM Jambi mempresentasikan paper berjudul “Integrating Tradition and Digital Transformation in Islamic Education: Insights from Indonesia” di International Room 5 (Islamic Media Room). Paper tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dr. Miftahur Rizik, S.Pd.I., M.Pd. dengan Asst. Prof. Dr. Abdulramae Sulong, dosen Yala Rajabhat University (YRU), sebagai bentuk penguatan kolaborasi riset internasional antara IIM Jambi dan YRU.

Dalam paparannya, Dr. Miftahur Rizik menjelaskan bahwa tantangan utama pendidikan Islam dewasa ini bukanlah memilih antara tradisi atau teknologi, melainkan mengintegrasikan keduanya secara harmonis. Menurutnya, tradisi pendidikan Islam, khususnya melalui sistem pesantren, telah lama menjadi fondasi dalam membentuk karakter, akhlak, dan keilmuan peserta didik. Di sisi lain, transformasi digital menghadirkan cara-cara baru untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya inovasi. Dengan demikian, tradisi memberikan arah dan nilai, sedangkan teknologi menjadi instrumen untuk memperkuat dan memperluas penyelenggaraan pendidikan Islam. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kekuatan pendidikan Islam Indonesia terletak pada nilai-nilai yang tumbuh dalam tradisi pesantren, seperti pembelajaran Al-Qur’an, Hadis, kitab kuning, moderasi beragama, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai fondasi dalam menghadapi era digital. Integrasi diwujudkan melalui penerapan pembelajaran hybrid, pemanfaatan Learning Management System (LMS), digitalisasi sumber belajar, penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab, serta penguatan kompetensi digital guru dan mahasiswa. Teknologi, tegasnya, bukan pengganti guru maupun tradisi, tetapi alat untuk memperkuat proses pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan Islam.

Rektor IIM Jambi juga menguraikan bahwa transformasi digital menghadirkan berbagai tantangan, antara lain kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, etika pemanfaatan AI, serta pentingnya menjaga identitas pendidikan Islam. Namun demikian, tantangan tersebut sekaligus membuka peluang yang besar melalui perluasan akses pendidikan, penguatan kolaborasi internasional, pembelajaran yang lebih fleksibel, serta peningkatan kualitas lulusan. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai Islam. Mengakhiri presentasinya, Dr. Miftahur Rizik menegaskan bahwa pengalaman Indonesia menunjukkan tradisi dan inovasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan. Digitalisasi memang mengubah cara manusia belajar, tetapi nilai-nilai Islam harus tetap menjadi arah yang membimbing seluruh proses pendidikan. Dengan demikian, masa depan pendidikan Islam terletak pada kemampuan mengintegrasikan tradisi keislaman dengan transformasi digital untuk mewujudkan pendidikan yang relevan, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan Rektor IIM Jambi sebagai presenter sekaligus penulis kolaboratif dalam konferensi internasional ini menjadi bukti nyata komitmen Institut Islam Ma’arif (IIM) Jambi dalam memperkuat jejaring akademik global, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, serta mengembangkan kolaborasi riset internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *